Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Pemerintah Kabupaten Fakfak mulai menggerakkan roda program pengembangan pala berskala kawasan. Melalui Dinas Perkebunan, daerah ini meluncurkan Program KAPALA EMAS—Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera—dengan target perluasan lahan hingga 1.000 hektar pada tahun anggaran 2026.
Program ini tidak sekadar menambah luas tanam. Pemerintah daerah merancangnya sebagai bagian dari arus besar kebijakan hilirisasi nasional. Artinya, pembangunan kawasan pala diarahkan secara menyeluruh, dari kebun rakyat hingga industri pengolahan, agar komoditas pala Fakfak tidak berhenti sebagai bahan mentah, melainkan tumbuh menjadi produk bernilai tambah.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T mengatakan minat pekebun cukup tinggi sejak program diumumkan pada 28 Januari lalu. Dalam dua pekan pertama, proses pendataan telah mencapai 50 persen dari target.
“Sekitar 524 hektar sudah terdata. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup besar untuk mendukung penguatan sektor pala,” ujarnya.
Bagi pemerintah daerah, capaian ini bukan sekadar angka. Ia menjadi indikator bahwa pala masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Fakfak. Modal sosial berupa partisipasi kolektif inilah yang diharapkan mampu mendorong lahirnya kawasan pala yang terencana, produktif, dan berkelanjutan.
Program KAPALA EMAS didukung melalui skema Tugas Pembantuan APBN tahun anggaran 2026. Fokusnya meliputi peningkatan produktivitas dan kualitas kebun rakyat, pembangunan kawasan berbasis kelompok tani yang terstruktur, penguatan rantai nilai, serta peningkatan pendapatan pekebun.
Pemerintah daerah menilai keberhasilan pendataan yang telah menembus separuh target sebagai momentum strategis. Dinas Perkebunan pun mengimbau pekebun yang sudah terdata maupun yang berminat untuk segera menyiapkan lahan.
Tahapan penyiapan itu meliputi pembersihan semak dan tanaman pengganggu, penegasan batas lahan, memastikan lahan tidak bersengketa, serta memprioritaskan lahan terbuka atau bekas kebun lama.
Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan kesiapan tanam sesuai jadwal, sekaligus memperlancar proses verifikasi akhir dalam penetapan Calon Petani dan Calon Lahan.
Bagi pemerintah, kesiapan lahan menjadi indikator keseriusan pekebun. Semakin cepat lahan siap tanam, semakin cepat pula realisasi bantuan dan pengembangan kawasan dapat dilaksanakan.
Program ini diharapkan menjadi pijakan baru bagi pala Fakfak untuk naik kelas. Tidak lagi sekadar komoditas primer, tetapi produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan daya saing nasional.
Pemerintah daerah pun mengajak pekebun mengambil bagian, memperkuat komitmen bersama, dan menjadikan Fakfak sebagai pusat pala unggul berbasis hilirisasi.








Komentar