Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Manajemen sebuah toko modern di kawasan reklamasi depan Pasar Darurat Kelapa Dua, Fakfak, memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar mengenai penjualan minuman beralkohol dan dugaan penyitaan oleh aparat beberapa waktu lalu. Pihak manajemen menegaskan bahwa aktivitas usaha mereka berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Perwakilan manajemen mengatakan, hingga saat ini tidak ada pemberitahuan resmi yang menjelaskan dasar hukum maupun status perkara dari operasi yang disebut-sebut sempat terjadi di lokasi usaha mereka.
“Kami tidak pernah menerima surat resmi atau penjelasan tertulis mengenai penyitaan tersebut. Karena itu, kami melihat persoalan ini lebih banyak disebabkan oleh kesalahpahaman informasi,” ujarnya.
Operasional Sempat Terganggu
Menurut manajemen, kegiatan usaha memang sempat terganggu sesaat. Namun tidak ada tindak lanjut dari pihak berwenang setelah kejadian tersebut, sehingga operasional toko kembali berjalan normal.
Pihaknya juga menegaskan bahwa produk minuman beralkohol yang dijual berasal dari jalur distribusi resmi. Setiap produk, kata dia, memiliki dokumen yang dapat ditelusuri dan diperoleh dari pemasok yang sah.
“Kami tidak mungkin menjual barang tanpa proses administrasi. Semua produk datang melalui distributor resmi,” katanya.
Siap Tunjukkan Dokumen
Manajemen menyatakan terbuka untuk menunjukkan dokumen perizinan kepada instansi terkait jika diperlukan. Mereka menilai transparansi merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.
“Kalau memang ada pemeriksaan, kami siap bekerja sama. Kami tidak punya kepentingan untuk menyembunyikan sesuatu,” ujarnya.
Menurut dia, dunia usaha membutuhkan kepastian hukum dan informasi yang jelas. Tanpa penjelasan resmi, berbagai spekulasi mudah berkembang dan berpotensi merugikan reputasi pelaku usaha.
Menepis Isu Setoran
Terkait isu dugaan setoran kepada oknum aparat, manajemen menegaskan tidak pernah melakukan praktik tersebut. Mereka menyebut kabar itu tidak berdasar dan sebaiknya tidak disebarkan tanpa bukti.
“Itu tuduhan serius. Kami berharap semua pihak menahan diri dan tidak menyimpulkan sesuatu tanpa fakta,” kata perwakilan manajemen.








Komentar