Dobo, Kabarsulsel-Indonesia. Com,-Investor China kini melirik sektor perikanan di kabupaten kepulauan Aru.
Hal ini dengan hadirnya investor China pekan kemarin dan disambut hangat oleh Bupati Aru, Timotius Kaidel di ruang kerjanya.
Pertemuan pihak investor China bersama Bupati membahas rencana investasi di bidang perikanan yang diharapkan akan membawa dampak positif bagi daerah ini.
Kepada wartawan di ruang kerjanya Senin, (2/02/2026) usai mendampingi para investor china dari lokasi perusahan perikanan, PT. Pusaka Benjina Resource (PBT) di kecamatan Aru Tengah, Bupati mengatakan, bahwa investor China tersebut berencana membangun infrastruktur seperti jembatan dan kolstori untuk menampung kapal tangkap dan kapal penampung dengan kapasitas besar.
“Mereka berharap lokasi tersebut bisa menampung sekitar 500 unit armada/kapal tangkap serta kapal penampung di atas GT 5000,” ungkapnya.
Dikatakan, dua lokasi strategis yang sedang dipertimbangkan adalah Area Belakang Wamar desa Durjela kecamatan PP Aru dan Daerah Benjina, bekas perusahaan Jayanti yang sekarang dinamakan Industri Perikanan Aru (IPA).
“Langkah awal adalah survei lokasi dan mengecek kedalaman laut serta kondisi perairan setempat,” ujar Kaidel.
Ia menambahkan, Investor China tersebut berencana memulai dengan mendatangkan kapal dari China untuk melihat potensi perikanan di Kepulauan Aru.
“Kami berharap sumber daya atau pengusaha setempat yang bergerak di bidang perikanan bisa bekerjasama dengan mereka, sehingga sambil berjalan, hasil tangkapan mereka bisa ditampung dulu di kolstori dan diproses di lokasi kolstori yang dimiliki oleh swasta di Kabupaten Kepulauan Aru,” jelasnya.
Selain itu, Investasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi, dan memperbaiki infrastruktur pelabuhan.
“Mereka juga berniat membantu nelayan lokal dengan meningkatkan kapasitas mereka, memperbarui ukuran kapal dan alat tangkap, serta menyuplai logistik untuk operasional,” ungkap bupati.
Lebih lanjut, kata Bupati investor Cina tersebut meminta pemerintah daerah untuk membuat pemetaan di laut Aru tentang jenis ikan apa dan pada musim apa saja yang dapat ditangkap.
“Untuk udang sendiri, pihaknya akan berupaya memodifikasi alat tangkap yang ramah lingkungan kepada nelayan lokal,” tandas Bupati. (*).







Komentar