Malra,Kabarsulsel-Indonesia.com. Ketua Panitia Pemilihan Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual, Dr. Jamaludin Kabalmay, menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan Direktur definitif Politeknik Perikanan Negeri Tual periode 2025–2029 telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku, bahkan kini telah memasuki tahap akhir di kementerian.
Hal itu disampaikan Dr. Jamaludin saat diwawancarai di kantor pusat Politeknik Perikanan Negeri Tual, Rabu (28/1/2026), menanggapi berbagai isu dan aksi demonstrasi yang mempertanyakan legalitas proses pemilihan direktur.”bebernya.
“Panitia saat ini sudah berada pada tahap akhir. Seluruh proses mulai dari penjaringan hingga pemilihan telah kami laksanakan dan dilaporkan secara resmi ke kementerian, lengkap dengan kronologis dan data dukung,” ujar Jamaludin.
Ia menjelaskan, panitia bekerja sebagai perpanjangan tangan Senat Politeknik, dengan berpedoman pada peraturan dan mekanisme yang telah dibahas serta disepakati bersama Senat. Selama proses berlangsung, panitia juga aktif melakukan koordinasi dengan kementerian, termasuk Biro SDM, Biro Hukum, dan Inspektorat.
Terkait keberadaan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur, Jamaludin menegaskan bahwa penunjukan Plt merupakan instruksi resmi kementerian melalui surat tugas, dengan dua mandat utama, yakni menyelesaikan pemilihan jurusan dan mengawal proses akhir penyaringan calon direktur dan pada akhirnya masa tugas PLT kurang lebih 4 bulan sekian beliau berhasil dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Dari empat calon menjadi tiga calon sudah kami laksanakan. Bahkan, ketiga calon tersebut telah mengikuti wawancara langsung dengan Menteri. Saat ini tinggal menunggu proses akhir penetapan satu direktur definitif,” jelasnya.
Menanggapi isu yang berkembang di luar kampus, termasuk tudingan bahwa proses pemilihan ilegal dan Plt Direktur berpihak pada salah satu calon, Jamaludin dengan tegas membantahnya bahwa isu tersebut tidak benar alias hoax.
“Kami ini lembaga negara. Tidak mungkin bekerja di luar aturan. Semua tahapan dikawal, dipantau, dan dipertanggungjawabkan. Tidak ada ruang untuk KKN maupun keberpihakan,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan munculnya aksi demonstrasi tanpa adanya komunikasi atau diskusi terlebih dahulu dengan panitia. Menurutnya, Politeknik merupakan ruang akademik yang menjunjung tinggi etika dan dialog intelektual.
“Kami terbuka untuk diskusi. Jika ada ketidakpuasan, silakan datang dan bicarakan secara baik-baik di forum yang tersedia, bukan dengan memperpanjang kegaduhan,” ujarnya.
Jamaludin mengimbau seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kampus tetap kondusif, mengingat Politeknik Perikanan Negeri Tual merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri di Maluku Tenggara yang berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
“Yang terpenting bagi kami adalah segera mendapatkan pimpinan definitif yang bertanggung jawab, mampu merangkul semua pihak, dan menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi secara optimal, agar proses pendidikan berjalan normal dan memberi dampak positif bagi daerah,”tutup Kabalmay
(Elang Kei)








Komentar