102 Siswa SMP PGRI Kaiwatu unjuk rasa Desak Sekolahnya Agar di negerikan.

Tiakur: Kabar Sulsel Indonesia com.Sekitar 102 Siswa SMP PGRI desa Kaiwatu kecamatan Pulau Moa kabupaten Maluku Barat Daya melakukan unjuk rasa di halaman sekolah SMP PGRI Kaiwatu intuk mendesak sekolahnya agar di negerikan.kegiatan ini

mendapat pengawalan ketat oleh para guru.

Dalam orasi tersebut, para pengunjuk rasa menyampaika sikapnya dengan lantang dan penuh semangat dihadapan para guru yang memuat lima poin tuntutan penting untuk didengar dan diteruskan kepada pengurus yayasan DR,JB Sitanala di Ambon agar SMP PGRI yang beralamat di desa Kaiwatu agar segara untuk di negerikan.

Dari daesakan unjuk rasa yang disuarakan para siswa dengan mengajukan lima tuntutan kepada pihak yayasan,dari kelima tuntutan tersebut langsung di bacakan ketua osisis Dresya Parasiena dihadapan para guru SMP PGRI Kaiwatu kamis (22/01).

Pertama bahwa selama ini tidak ada guru jadi kami rugi dalam pembelajaran.Yang kedua adalah dimintakan agar pihak yayasan segera datangkan guru.Ketiga adalah pihak yayasan relah untuk lepaskan SMP PGRI Kaiwatu untuk di negerikan,agar pihak pemerintah datangkan guru sekolah keempat adalah Kami tidak mau rugi belajar,kami menginginkan kualitas seperti sekolah negeri lainnya.kemudian yang kelima jika Yayasan tidak mau menggubris hal ini,maka kami ramai-ramai akan mutasi ke sekolah negeri.

Sebelum menutup kegiatan unjuk rasa tersebut,Dresya Parsiena ketua Osis menyampaikan pesan dihadan guru dan para siswa siswi dengan penuh harapan,kami para siswa selama berada di sekolah dengan tegas mengatakan pihaknya belum mendapat perhatian yang cukup dari yayasan PGRI,padahal sskolah ini berada di bawah naungan yayasan.

Kami belajar dengan keterbatasan,fasilitas dan kondisi sekolah yang masih banyak perbaikan,kami tidak ingin hanya mengeluh tetapi membutuhkan jalan keluar dan kepastian untuk masa depan sekolah oleh karena itu kami berharap yayasan PGRI dapat membantu untuk memberikan rekomendasi agar sekolah kami dapat dinegerikan,kami hanya ingin belajar dengan tenang, nyaman dan memiliki masa depan seperti sekolah-sekolah yang ada kabupaten mbd.

Menanggapi tuntutan pengunjuk rasa tersebut,kepala sekolah SMP PGRI Kaiwatu Joice Likko yang ditemui wartawan,diruang kerja mengatakan,pihak dewan guru menginkan sekolah ini diberikan rekomendasi dari pihak yayasan supaya sekolah ini dibina oleh pemerintah,sehingga bisa menambah tenaga guru sesuai jumlah mata pelajaran.

Ia mencontohkan misalanya di SMP ada sepuluh mata pelajaran minimal setiap mata pelajaran itu gurunya masing-masing.tetapi kami di SMP PGRI kaiwatu hanya ada tiga guru pns yaitu guru matimatika ,guru bahasa inggris dan guru agama kristen dan sisanya itu dibantu oleh guru yang ada,sementara satu guru harus menangani dua mata pelajaran.oleh karena itu kata Joice Likko saat ini mereka sangat kekurangan guru.Ia berharap agar dari pihak yayasan dapat meberikan rekomendasi dari sekolah untuk dinegerikan oleh pemerintah,
Sehingga kebutuhan sekolah bisa terjawab yaitu persoalan kekurangan tenaga guru..
(Ever M)

Komentar