Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Bandara Internasional Pattimura Ambon resmi menutup Posko Terpadu Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan mencatat peningkatan signifikan penerbangan. Lebih dari 59 ribu penumpang dilayani dengan kondisi penerbangan yang aman dan lancar.
Penutupan posko ditandai dengan apel bersama seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Bandara Pattimura, pada Senin (5/1/2026) dengan melibatkan maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, TNI-Polri, BMKG, Basarnas, hingga unsur pendukung lainnya.
General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Action, yang diwawancarai wartawan usai memimpin apel penutupan posko menyampaikan bahwa,
Posko Nataru telah beroperasi sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Dan Hari ini kita melaksanakan apel bersama dalam rangka penutupan Posko Natal dan Tahun Baru 2025–2026 bersama seluruh stakeholder yang terlibat selama operasional.
Johan memastikan bahwa, seluruh rangkaian pelayanan dan pengamanan penerbangan selama masa libur panjang berjalan tanpa kendala berarti.
Ia mengakui, selama 21 hari pelaksanaan posko, seluruh kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali.
Ditambahkan bahwa, Berdasarkan data Bandara Pattimura, aktivitas penerbangan selama periode Nataru 2025/2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Total pergerakan pesawat tercatat sebanyak 642 pergerakan, naik sekitar 10 persen dibandingkan Nataru 2024.
Untuk jumlah penumpang ungkap Johan mencapai 59.216 orang, atau meningkat sekitar 3 persen. Sektor kargo menjadi yang paling mencolok dengan pertumbuhan paling tinggi selama periode tersebut.
Secara umum terjadi peningkatan, baik dari sisi pergerakan pesawat, penumpang, maupun kargo. Peningkatan paling signifikan terjadi pada sektor kargo,” jelas Johan.
Sedangkan tren pertumbuhan menurutnya, tidak hanya bersifat musiman saat Natal dan Tahun Baru, namun juga terlihat dari data tahunan operasional Bandara Pattimura Ambon.
Ke depan, diharapkan peningkatan ini tidak hanya terjadi pada momentum Nataru, tetapi juga secara tahunan. Data menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup positif, pungkas Johan.
(M.N)







Komentar