Pimpin Apel Pagi Walikota Sampaikan Permohonan Maaf Atas Keterlambatan Pembayaran Termasuk Tunjangan Dan Kewajiban Lainya Yang Belum Terpenuhi.

Uncategorized123 views

WaliKota Ambon, Bodewin M. Wattimena, pimpin Apel Pagi Pemerintah Kota Ambon di Balai kota, Senin (5/1/2025)).

Hadir pada apel, Wakil Walikota Ely Toisutta, Sekkot Robby Sapulette, para Pimpinan OPD serta para ASN di lingkup Pemkot.

Mengawali sambutannya Walikota mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon, sekaligus mengajak untuk merefleksikan perjalanan tahun 2025 yang dinilainya penuh tantangan.

Tahun 2025 sebut Walikota adalah tahun yang berat, dan kita semua telah melewatinya bersama. Pemerintah Kota Ambon secara terbuka sudah menyampaikan kondisi keuangan daerah kepada publik. Situasi ini bukan hanya dialami Ambon, tetapi hampir seluruh daerah di Indonesia, ujar Walikota.

keterlambatan pembayaran sejumlah kewajiban termasuk hak ASN dan pihak ketiga tegasnya, bukan disebabkan kelalaian pimpinan daerah, melainkan kondisi fiskal yang memang tidak memungkinkan.

“Kalau ada kemampuan, tidak mungkin kami tidak membayar kewajiban. Faktanya, bahkan uang muka kepada pihak ketiga pun tidak dibayarkan. Ini kondisi riil yang harus kita pahami bersama, tegas Walikota.

Ditengah keterbatasan, Pemerintah Kota tetap mencatat berbagai capaian positif sepanjang 2025. Salah satunya adalah Indeks Kepuasan Masyarakat yang berada pada kisaran 87,7%, sebuah angka yang dinilai sangat baik.

Ini bukan keberhasilan Walikota atau Wakil Walikota, tetapi keberhasilan seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon. Karena itu, saya selalu menyebutnya sebagai keberhasilan pemerintah kota, bukan individu, tandas Walikota.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada ASN atas keterlambatan pembayaran beberapa hak, termasuk tunjangan dan kewajiban lainnya yang belum terpenuhi hingga akhir tahun.

Secara tegas Walikota menyoroti persoalan perencanaan anggaran, khususnya dalam penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai tidak realistis.

Menurutnya, Masalah utama kita ada pada perencanaan. Nafsu tinggi, tetapi kemampuan rendah. Kalau pendapatan hanya mampu 10, jangan belanja dipaksakan 15. Akibatnya, pasti ada utang.

Ia menjelaskan, realisasi PAD tahun 2025 hanya mencapai sekitar 80%, sehingga berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam memenuhi seluruh belanja dan kewajiban keuangan.

Kalau kesalahan ini terus berulang, setiap akhir tahun kita akan terus berada dalam kondisi stres dan kesulitan. Tahun depan tidak boleh lagi seperti ini,tegasnya.

Menghadapi kondisi fiskal 2026 yang diperkirakan masih menantang, Walikota menyampaikan Pemerintah Kota telah mengambil sejumlah langkah penyesuaian, termasuk pengaturan pola kerja ASN seperti Work From Home (WFH) secara terbatas.

Ini bukan kebijakan permanen, tetapi bentuk penyesuaian terhadap kondisi keuangan saat ini. Kita pernah beradaptasi saat pandemi, dan sekarang kita harus kembali menyesuaikan diri,” ujarnya.

Walikota juga mengajak seluruh ASN Pemkot Ambon untuk menjadikan awal tahun sebagai momentum memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Jangan cepat puas dengan capaian kemarin. Kalau kita lengah, kita bisa jatuh lagi. Mari jaga ritme kerja dan semangat ini agar Ambon semakin baik ke depan,” terangnya.

Walikota menegaskan pentingnya penegakan aturan di lapangan, khususnya terkait parkir liar, ketertiban terminal, dan aktivitas kelompok-kelompok tertentu yang dinilai bertindak seolah-olah menguasai wilayah kota

Tidak boleh ada kelompok yang merasa lebih berkuasa dari pemerintah. Kita punya aturan, kewenangan, dan tanggung jawab untuk menegakkan ketertiban di Kota Ambon,” pungkasnya.

Ia meminta Satpol PP dan OPD terkait untuk meningkatkan koordinasi dengan aparat kepolisian.

(M.N)

Komentar