Samandar CUP V: Dari Lapangan Transmigrasi, Bulutangkis Fakfak Merawat Prestasi dan Kebersamaan

Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Gedung Olahraga Bulutangkis Transmigrasi Fakfak, Selasa (16/12), tak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga ruang perjumpaan.

Di tempat itu, Panitia Kejuaraan Samandar CUP V menggelar pertandingan bulutangkis internal yang mempertemukan para pemain PBSI dari berbagai klub di Kabupaten Fakfak dalam suasana sederhana, hangat, dan penuh kebersamaan.

Samandar CUP V merupakan kejuaraan internal warga PBSI Fakfak yang dirancang untuk melebur sekat-sekat klub. Para pemain tidak bertanding atas nama klub tempat mereka berlatih, melainkan tergabung dalam tim yang dibentuk melalui sistem undian berdasarkan klasifikasi kemampuan. Di sinilah kompetisi diuji bukan hanya lewat teknik, tetapi juga lewat sportivitas dan rasa kebersamaan.

Ketua Panitia, Arkani Fakaubun, mengatakan kejuaraan ini menjadi ajang silaturahmi setelah perhelatan Bupati CUP yang sebelumnya berlangsung dengan tensi tinggi.

Menurut dia, Samandar CUP merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga hingga empat bulan sekali sebagai ruang pemulihan sekaligus pemersatu insan bulutangkis Fakfak.

“Di sini semua pemain memperjuangkan tim hasil undian, bukan klub masing-masing. Jadi yang ditonjolkan bukan hanya menang-kalah, tetapi kebersamaan,” kata Arkani.

Kejuaraan Samandar CUP V diikuti enam tim, masing-masing beranggotakan enam orang dengan klasifikasi pemain kelas A dan B. Total 36 atlet ambil bagian dalam turnamen ini.

Arkani menegaskan, kejuaraan ini lahir dari semangat swadaya—dari komunitas, oleh komunitas, dan untuk komunitas bulutangkis Fakfak.

“Serius boleh, kompetitif boleh, tapi semangat kebersamaan jangan sampai hilang,” ujarnya, sebelum meminta Sekretaris KONI Fakfak, Muhamad Taufiq, untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Sekretaris KONI Fakfak, Muhamad Taufiq, S.IP., M.Si., memilih berbicara singkat namun bernas. Ia menyebut hanya tiga kata kunci yang ingin ia sampaikan: evaluasi, apresiasi, dan terima kasih.

Sekretaris KONI Kabupaten Fakfak Muhamad Taufiq, S.IP., M.Si., saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Samandar Cup V | Foto istimewah

Menurut Taufiq, evaluasi menjadi bagian penting dari setiap kejuaraan. Fokus utama evaluasi, kata dia, harus diarahkan pada pembinaan atlet usia dini.

Anak-anak dan remaja perlu lebih banyak ruang bertanding untuk menambah jam terbang dan membentuk mental kompetisi sejak dini.

“Kejuaraan seperti ini bukan hanya soal siapa yang juara, tetapi juga soal bagaimana kita membina generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi klub-klub yang konsisten melakukan pembinaan usia dini serta para atlet yang ikut meramaikan Samandar CUP V. Bagi Taufiq, kejuaraan ini menjadi momentum berkumpul dan bersilaturahmi sebelum memasuki masa libur panjang Natal dan Tahun Baru.

“Ini ruang kita berkumpul, saling menyapa, dan menguatkan kebersamaan,” katanya.

Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada panitia, para sponsor, dan seluruh atlet yang secara swadaya mendukung terselenggaranya kejuaraan ini. Taufiq menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam membangun olahraga daerah.

Menutup sambutannya, Taufiq mengingatkan bahwa kompetisi adalah bagian dari olahraga, begitu pula keinginan untuk menang. Namun, semua itu harus berjalan seiring dengan sportivitas.

“Boleh berjuang untuk menang, tapi sportivitas harus benar-benar hidup di dalam diri setiap atlet,” ujarnya.

Samandar CUP V pun menjadi lebih dari sekadar turnamen. Ia menjelma sebagai penanda bahwa di Fakfak, bulutangkis tidak hanya dirawat lewat prestasi, tetapi juga lewat kebersamaan—sebuah nilai yang kerap menjadi penopang utama olahraga daerah untuk terus bertumbuh.

Komentar