Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.com | Gedung Winder Tuare menjadi saksi sebuah peristiwa penuh makna pada Kamis, 12 Desember 2025. Ratusan warga lanjut usia dari Sekolah Lansia Gloria di Kelurahan Fakfak Utara dan Sekolah Lansia Gewerpe di Kampung Gewerpe, Distrik Fakfak, menerima ijazah kelulusan dalam sebuah prosesi wisuda yang berlangsung khidmat dan sarat haru.
Acara ini merupakan bagian dari program Quickwin Kemendukbangga/BKKBN melalui inovasi Sekolah Lansia yang ditopang kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) di wilayah Papua Barat.
Mewakili Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Papua Barat, Yahya R. Rumbino, S.IP., M.Si, menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan keluarga.
“Bapak dan Ibu telah menunjukkan kepada kita bahwa semangat menimba ilmu tidak mengenal batas usia,” ujar Rumbino.

Suaranya menggema memenuhi ruangan Winder Tuare, disambut tepuk tangan para hadirin yang larut dalam suasana bangga terhadap capaian para peserta.
Prosesi wisuda turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain perwakilan Bupati Fakfak, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Fakfak, Kepala Distrik Fakfak, Kepala Kelurahan Fakfak Utara, Kepala Kampung Gewerpe, serta para kader dan pengelola BKL.
Kehadiran mereka mempertegas dukungan pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan kualitas hidup warga lansia.
Dalam sambutannya, Rumbino menyoroti perubahan struktur demografi Indonesia yang mulai memasuki fase penuaan penduduk (aging population), termasuk di Papua Barat. Menurutnya, situasi ini menuntut kesiapan kolektif, bukan sekadar kewaspadaan.
“Melalui berbagai program, BKKBN berupaya memastikan para lansia tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih berkualitas,” katanya.
Sekolah Lansia, lanjutnya, dirancang untuk memperkuat ketahanan fisik, mental, spiritual, dan sosial para peserta melalui kurikulum berbasis tujuh dimensi lansia tangguh.
Pendekatan yang aplikatif dan humanis memungkinkan para lansia memperoleh pengetahuan baru, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperluas peran mereka dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Di tengah prosesi wisuda, sejumlah peserta tampak mengangkat ijazah mereka dengan senyum mengembang. Ada yang menitikkan air mata bahagia, menandai pencapaian yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan dalam usia senja. Banyak yang menyampaikan bahwa kesempatan bersekolah kembali memberikan semangat baru bagi mereka untuk tetap aktif dan produktif.
Rumbino juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak, para kader BKL, tenaga pendidik, dan mitra kerja lainnya yang telah memastikan keberlangsungan program ini.
“Kolaborasi seluruh pihak merupakan kunci keberhasilan Sekolah Lansia,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan pantun yang mengundang senyum hadirin:
Menanam serai di tepi rawa,
Dirawat sabar sepanjang masa.
Wisuda ini bukti usaha,
Bahwa belajar tak kenal usia—cakeeep nya…
Berlayar perahu menuju Fakfak,
Singgah sebentar membeli pala.
Lansia bangga mengangkat ijazah,
Hidup makin berarti dan bahagia—cakeeep nya…
Acara ditutup dengan seruan penuh energi:
“Lansia Tangguh—Sehat, Aktif, Produktif, Mandiri! Yes, yes, yes!”
Wisuda di Gedung Winder Tuare ini tidak sekadar menandai kelulusan para lansia Fakfak, tetapi juga menjadi penegas komitmen daerah dalam membangun lingkungan yang inklusif bagi seluruh generasi. Fakfak, yang dikenal sebagai tanah pala dan simbol Satu Tungku Tiga Batu, kini menambahkan satu capaian baru: pijakan kuat menuju Kabupaten Ramah Usia Emas.








Komentar