Ambon,Kabarsulsel-lndonesia.com. Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Mabes Polri melaksanakan rangkaian penelitian strategis bertajuk “Tantangan Fungsi Pembinaan dan Operasional Polri (Harkamtibmas, Penegakan Hukum, dan Pelayanan) Guna Mewujudkan Transformasi Polri” di Polda Maluku.
Menurut Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., pelaksanaan penelitian tersebut berlangsung selama kurang lebih 6 hari ( 8–13 Desember 2025) dipimpin langsung oleh Kombes Pol Tony Kurniawan, S.I.K.
Sesuai dengan agenda kegiatan yang telah dibuat, Tim Puslitbang akan melakukan kegiatan FGD baik dengan internal Polri Polda Maluku & Polresta Pulau Ambon maupun dengan pihak eksternal/Masyarakat yang terdiri dari Tokoh masyarakat/Agama, Akademisi maupun mahasiswa/pelajar. kata Kombes Rositah.
Dalam forum Fokus Grup Diskusi (FGD) yang digelar di Ruang Posko Presisi Lantai 4 Mapolda Maluku, hari ini, (Kamis, 11/12/2025) Kombes Pol Legawa Utama, S.I.K., Auditor Kepolisian Madya TK III yang mewakili Irwasda Maluku, menegaskan pentingnya kontribusi data dari setiap Satker.
“Kami menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada tim Puslitbang Polri di Polda Maluku. Kami berharap seluruh peserta FGD mengikuti arahan secara lengkap agar proses penelitian menghasilkan masukan strategis yang benar-benar memperkuat peningkatan pelayanan Polri,” ujar Kombes Legawa.
Puslitbang Polri juga memberikan pembinaan dalam rangka mendukung agenda besar Transformasi Polri, khususnya peningkatan kualitas layanan publik, penegakan hukum yang efektif, serta pemeliharaan kamtibmas yang adaptif terhadap dinamika sosial.
FGD ini juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh atas implementasi kebijakan, kualitas respon kepolisian, dan efektivitas sistem pelayanan yang selama ini berjalan di lingkungan Polda Maluku. Hasil penelitian Puslitbang Polri nantinya akan menjadi rekomendasi strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan kinerja kepolisian di wilayah Maluku.
Kegiatan penelitian Puslitbang Mabes Polri di Polda Maluku ini mencerminkan keseriusan Polri dalam menjalankan transformasi kelembagaan berbasis riset dan evaluasi empiris. Dengan melibatkan unsur internal Polri dan masyarakat secara langsung, penelitian ini berpotensi memberikan gambaran objektif mengenai tantangan operasional yang dihadapi aparat di lapangan.
Pendekatan kombinasi FGD, kuesioner digital, serta observasi langsung memungkinkan Puslitbang menyusun rekomendasi yang tidak hanya normatif, tetapi juga operasional dan aplikatif. Bagi Polda Maluku, momentum ini menjadi pintu untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mempercepat modernisasi sistem kerja kepolisian di daerah.
(M.N)







Komentar