Kepala SPPG AMEN Hoatsorbay Tegaskan Kendala Keterlambatan Pelaksanaan Program MBG Disebabkan Pencairan Dana Yang Terlambat 

Uncategorized118 views

Langgur,Kabarsulsel-Indonesia.com. Kepala SPPG Yayasan Amanah Makanan Energi dan Nutrisi (AMEN) Hoatsorbay, Crissanti A. Jamlean, membeberkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat diwawancarai wartawan di Dapur MBG AMEN Ohoi Hoatsorbay, Selasa, 9 Desember 2025.

Jamlean menjelaskan bahwa operasional MBG baru dapat berjalan karena dana pencairan dari Ketua Umum terlambat akibat antrean pencairan di tingkat pusat. “Sistemnya sebenarnya sudah siap sejak beberapa bulan lalu, hanya saja pencairannya baru keluar sehingga operasional baru bisa jalan,” ujarnya.

27 Tenaga Kerja Layani 954 Penerima Manfaat

Menurutnya, satu SPPG idealnya beroperasi dengan 47 tenaga kerja, namun karena jumlah penerima manfaat tahap awal mencapai 954 anak, maka pihaknya hanya mampu menurunkan 27 relawan. “Kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan wilayah,” jelasnya.

Produksi Harian Dipatok Rp 2,5 Juta

Jamlean menegaskan bahwa anggaran produksi harian MBG telah ditetapkan pusat sebesar Rp 2.500.000 per SPPG, sesuai juknis program BGN. “Aturannya sudah mutlak, satu SPPG hanya bisa menjawab nilai itu,” katanya.

Layanan Mencakup Seluruh Kecamatan Hoatsorbay

Program MBG AMEN melayani seluruh wilayah Kecamatan Hoatsorbay, dengan prioritas pada sekolah-sekolah terdekat yang masih berada dalam batas aturan distribusi. Bila diperlukan, pihaknya juga membuka kemungkinan menjangkau wilayah lain sesuai ketentuan waktu tempuh.

Distribusi Maksimal 30 Menit, Jarak 6 Kilometer

Untuk menjaga keamanan pangan, makanan harus didistribusikan maksimal 30 menit setelah disiapkan dan hanya dalam radius 6 kilometer. “Kami pilih sekolah yang jangkauannya aman agar makanan tiba dalam kondisi baik,” tegasnya.

Proses dapur dilakukan terukur: mulai pemasakan, pemorsian, hingga pengantaran disusun ketat untuk menghindari penurunan kualitas makanan.

Tantangan Bahan Baku

Jamlean juga menyebut ketersediaan bahan baku lokal menjadi persoalan utama di Maluku Tenggara. Selama ini, beberapa bahan masih harus didatangkan dari luar karena suplai lokal tidak mencukupi.

Operasional Setiap Hari, Sabtu Hanya Makanan Ringan

Program MBG berjalan setiap hari. Khusus hari Sabtu, menu disesuaikan menjadi makanan ringan.

Dua Kendaraan Distribusi Disiagakan

Untuk menunjang pengantaran, dapur MBG Hoatsorbay menyiapkan dua unit kendaraan karena ada beberapa sekolah yang berada di lokasi lebih jauh. “Keamanan makanan adalah prioritas, jadi armada juga harus siap,” tutup Jamlean.

(Elang Kei)

Komentar