Maluku Tenggara, Kabar Sulsel Indonesia Com. |Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Pertanian menggelar panen padi gogo varietas Inpago 13 Fortiz di Desa Lairngangas, Kecamatan Manyeuw, Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 08.10 WIT. Panen ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan penyediaan benih untuk mendukung target Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Drs. H. Thaher Hanubun, M.Si, bersama Dandim 1503/Tual Letkol Inf. Andi Agussalim, S.I.P., M.I.P., Kaintel Lanud D Dumatubun Lettu Sus Tri Prayitno, Kasubsi I Intel Kejari Malra Raihan Thaher, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Maluku Tenggara.
Acara dibuka dengan doa, laporan Plt Kepala Dinas Pertanian, arahan Bupati, penyerahan bantuan, dan dilanjutkan dengan panen padi secara simbolis.
Bupati: Kunci Utama adalah Swasembada Pangan
Dalam arahannya, Bupati Thaher Hanubun menegaskan bahwa agenda pertanian Maluku Tenggara harus sejalan dengan Astacita Presiden dan Wakil Presiden RI yang menitikberatkan pada kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, dan pembangunan infrastruktur.
Untuk mendukung target tersebut, ia menekankan enam hal strategis yang wajib dijalankan Dinas Pertanian:
1. Optimalisasi lahan sesuai Perda RTRW Malra Nomor 2 Tahun 2024. Sebanyak 2.635 hektare kawasan tanaman pangan harus dimaksimalkan untuk padi, jagung, embal, dan umbi-umbian.
2. Ekstensifikasi lahan dengan membuka lahan tidur yang berpotensi produktif serta memanfaatkan lahan perkebunan melalui pola tumpang sari.
3. Pembangunan dan perbaikan irigasi, bekerja sama dengan Dinas PUTR untuk mendukung peningkatan produksi.
4. Menjamin distribusi sarana produksi seperti benih, pupuk, pestisida, serta alat mesin pertanian.
5. Penyediaan benih secara swadaya melalui penangkaran lokal agar tidak bergantung pada suplai pemerintah dan menghindari keterlambatan musim tanam.
6. Peran aktif penyuluh untuk mengawal langsung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Kebutuhan Benih Masih Kurang 500 Kg
Bupati mengungkapkan bahwa target LTT padi Maluku Tenggara tahun 2025 mencapai 26 hektare. Namun, benih yang tersedia saat ini baru mencukupi 6 hektare (150 kg benih). Masih terdapat kekurangan sekitar 500 kg benih untuk kebutuhan 20 hektare.
“Apabila kita mampu memenuhi sendiri 500 kilogram benih tersebut, Pemerintah pasti akan memberikan apresiasi,” tegas Bupati.
Ia juga meminta seluruh pihak terus melakukan koordinasi lintas sektor—khususnya Kodim 1503/Tual, Dinas PUTR, serta Kementerian Pertanian—untuk memastikan program swasembada pangan berjalan baik.
Kegiatan Berlangsung Lancar
Panen padi selesai sekitar pukul 09.15 WIT dalam keadaan aman dan lancar.
( BR )









Komentar