Kabarsulsel-indonesia.com,Sorong,-kini dibanjiri praktik judi togel yang beroperasi tanpa rasa takut. Dari sudut-sudut jalan, pasar, hingga warung-warung kecil, togel dijajakan seakan menjadi bisnis legal. Kondisi ini membuat masyarakat geram dan mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum.
Ironisnya, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait maraknya togel, Kapolresta Sorong memilih bungkam tanpa memberikan jawaban. Sikap diam ini memantik dugaan publik bahwa aparat sengaja menutup mata, bahkan ada bisikan keras di kalangan warga soal adanya backing oknum penegak hukum terhadap bisnis haram tersebut.
Masyarakat menilai, tidak masuk akal jika aparat kepolisian tidak mengetahui aktivitas togel yang begitu terang benderang. Lokasi penjualan togel tidak tersembunyi, justru berada di pusat keramaian. Jika hingga kini dibiarkan, wajar bila publik menduga ada “setoran” yang membuat aparat berpura-pura tidak melihat.
“Kalau polisi bilang tidak tahu, itu bohong besar. Semua orang bisa lihat togel dijual terbuka. Kalau tetap dibiarkan, berarti ada orang kuat di belakangnya,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.
Fenomena ini menampar keras wibawa Polresta Sorong. Di satu sisi polisi gencar menindak pelanggaran kecil masyarakat, namun di sisi lain perjudian togel yang jelas melanggar hukum malah tumbuh subur tanpa tersentuh. Hukum seolah hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.
Lebih parah lagi, diamnya Kapolresta saat dikonfirmasi media semakin memperkuat dugaan adanya permainan kotor. Publik menilai, bungkamnya Kapolresta bukan sekadar sikap abai, melainkan sinyal kuat bahwa aparat berada dalam lingkaran nyaman bersama para bandar togel.
Akibat pembiaran ini, banyak keluarga kecil yang semakin terjerat. Uang belanja rumah tangga habis untuk membeli nomor harapan kosong, sementara bandar semakin kaya raya. Yang diuntungkan hanya segelintir orang, sementara masyarakat kecil terus jadi korban.
Kini sorotan publik tertuju pada Polda Papua Barat Daya. Apakah berani menindak tegas bawahannya dan membongkar dugaan backing aparat terhadap bandar togel, atau justru memilih bungkam dan ikut menjaga kenyamanan para pemain besar? Masyarakat menunggu jawaban nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.(Simanjuntak)








Komentar