Ketua GMKI Tual-Malra Pasang Badan untuk Wali Kota: Jangan Goreng Urusan Pribadi Jadi Isu Pemerintahan!

Tual, Kabarsulsel-Indonesia.com | Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tual-Maluku Tenggara, Patrisus Omaratan, angkat suara menanggapi maraknya pemberitaan dan spekulasi liar di media sosial yang menyeret nama Wali Kota Tual dalam sebuah persoalan pribadi.

Dalam pernyataan tegasnya, Patrisus menyatakan dukungan penuh kepada Wali Kota Tual dan meminta publik untuk tidak mengaitkan masalah tersebut dengan urusan pemerintahan.

“Persoalan ini murni urusan personal Pak Wali Kota. Tidak ada kaitannya dengan penyelenggaraan roda pemerintahan,” tegas Patrisus.

Ia mengkritik pihak-pihak yang menurutnya dengan sengaja menggiring opini publik agar melihat kasus tersebut sebagai cermin buruk pemerintahan.

Menurut Patrisus, cara-cara seperti ini sangat tendensius dan mencerminkan upaya penggiringan opini yang tak sehat.

Ia menuding adanya aktor-aktor tertentu, baik dari dalam maupun luar Kota Tual, yang sengaja ‘menggoreng’ isu demi kepentingan politik sempit dan pembentukan citra negatif terhadap kepala daerah.

“Bagi kami, ini adalah serangan terhadap ranah privat seseorang yang kemudian dipelintir seolah-olah berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan. Itu manipulatif dan tidak adil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua GMKI ini juga mengimbau masyarakat Kota Tual agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berseliweran di media sosial.

Ia menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

“Jangan jadikan media sosial sebagai alat penghakiman. Kita butuh ruang publik yang sehat, bukan sarana untuk mencemarkan nama orang demi sensasi atau agenda tertentu,” ujarnya.

Patrisus juga mengingatkan bahwa di tengah tantangan pembangunan daerah, publik semestinya fokus pada kerja-kerja substansial dan kolaboratif, bukan terpancing isu-isu yang tak berdasar.

Pernyataan keras Ketua GMKI ini menjadi sinyal bahwa polemik yang melibatkan kepala daerah Tual telah masuk ke medan pertempuran opini, dan GMKI memilih berdiri tegak di belakang Wali Kota dengan menyodorkan narasi: pisahkan urusan pribadi dari jalannya pemerintahan.

Writter : Elang Key | Editor : Red

Komentar