Togel Marak Lagi di Sorong: Kapolda PBD Didesak Bertindak Tegas

Uncategorized321 views

Kabarsulsel-indonesia.com Sorong,PBD – Baru sehari setelah Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P berkomitmen memberantas judi togel, praktik ilegal ini kembali marak di Kota dan Kabupaten Sorong. Seperti penyakit yang sulit dilenyapkan, lapak-lapak togel kini beroperasi lebih terbuka, tidak hanya di gang sempit dan pasar tradisional, tetapi juga di pinggir jalan raya. Bahkan, beberapa di antaranya beroperasi pada malam hari untuk menghindari pantauan aparat.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam di masyarakat. Terlebih, sudah ada berbagai upaya penegakan hukum yang dilakukan, termasuk oleh Kodim 1802 dan Polresta Sorong Kota. Namun, hasilnya belum efektif. Polres Sorong pun seakan tidak mampu memberikan efek jera. Meskipun Kapolda Papua Barat Daya telah turun langsung dalam operasi pemberantasan, bandar togel seperti Hartono (HRT/TOPPPP), Agus, dan Afrizal masih bisa menjalankan bisnisnya tanpa hambatan. Bahkan, di bulan suci Ramadan, praktik ini tetap berjalan tanpa rasa takut terhadap hukum.

Keberanian para bandar ini semakin menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat. Pasalnya, meskipun sering dirazia, togel di Sorong tetap beroperasi seolah-olah dilindungi. Dugaan pun muncul bahwa ada pihak-pihak tertentu yang membekingi bisnis haram ini. Perubahan nama dari togel milik Hartono (HRT), Agus, dan Afrizal menjadi “TOPPP” juga dicurigai sebagai strategi untuk menghindari razia, tetapi tetap mempertahankan sistem operasional yang sama.

Menanggapi kondisi ini, Pelaksana Tugas (Plt) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong, Pdt. Dedy Jaflaun, S.Th., turut angkat bicara. Ia menyayangkan kembalinya praktik ini, terutama di tengah bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan nilai-nilai keimanan. “Judi bukan mata pencaharian yang layak, melainkan sumber kehancuran. Aparat harus segera bertindak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pdt. Dedy menegaskan bahwa jika bisnis ini tetap berjalan meskipun sering dirazia, pasti ada pihak yang melindunginya. “Kalau togel tetap eksis meski aparat sudah turun tangan, pasti ada yang membekingi. Ini harus diusut tuntas,” katanya. Ia juga berharap Kapolda Papua Barat Daya menangkap Hartono, Agus, dan Afrizal agar jaringan togel di wilayah Papua Barat Daya bisa benar-benar dihentikan.

Di tingkat nasional, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmennya dalam memberantas segala bentuk perjudian. “Tidak boleh ada aparat yang melindungi praktik ilegal. Perjudian harus diberantas karena menghancurkan masyarakat,” tegas Presiden dalam pertemuan dengan jajaran terkait. Pernyataan ini menumbuhkan harapan baru bagi warga Sorong yang selama ini merasa aparat tidak bertindak cukup tegas terhadap bisnis togel yang semakin merajalela.

Meskipun ada tekanan dari pemerintah pusat, tantangan dalam memberantas togel tetap besar. Salah satu faktor utama adalah lemahnya penegakan hukum di lapangan. Jika tidak ada langkah konkret dan tegas, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap aparat akan semakin menurun.

Sejumlah warga Sorong pun mulai angkat suara. Mereka merasa bahwa razia yang dilakukan sejauh ini hanya sebatas formalitas. “Kalau hanya tangkap-tangkap kecil, tapi bos-bos besarnya tetap bebas, percuma. Mereka akan terus buka lagi dengan cara baru,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa warga lainnya bahkan menduga ada aparat yang bermain di belakang bisnis ini. “Kalau mereka benar-benar mau memberantas, kenapa yang besar-besar tidak ditangkap? Kenapa tempatnya masih tetap buka? Ini yang bikin kami curiga,” ujar warga lainnya.

Kondisi ini semakin mendesak perlunya sinergi antara aparat dan masyarakat. Banyak pihak berharap bahwa Kapolda Papua Barat Daya dapat menunjukkan komitmen yang lebih kuat untuk membongkar jaringan togel ini hingga ke akar-akarnya. Penindakan tidak boleh hanya sebatas razia kecil, tetapi harus menargetkan para bandar besar yang selama ini menjadi otak di balik perputaran bisnis togel di Sorong.

Selain tindakan hukum, beberapa aktivis di Sorong juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat tentang bahaya perjudian. “Kalau hanya ditindak tanpa ada edukasi, orang-orang yang sudah kecanduan judi akan tetap mencari cara untuk bermain. Harus ada pendekatan lebih luas, termasuk sosialisasi di lingkungan masyarakat,” kata seorang aktivis anti-judi.

Kini, semua mata tertuju pada Kapolda Papua Barat Daya. Apakah ia mampu membuktikan komitmennya dengan menangkap para bandar besar yang selama ini kebal hukum? Ataukah praktik ini akan terus berlangsung tanpa hambatan meskipun ada razia berkali-kali?

Tanpa langkah nyata dan tegas, Sorong terancam tetap menjadi ladang subur bagi perjudian ilegal. Warga berharap bahwa kali ini, pemberantasan togel bukan sekadar janji, tetapi benar-benar dibuktikan dengan tindakan nyata dari aparat kepolisian.

(Elang.kei)

Komentar