Paslon DAMAI: Visi Pembangunan Maluku Tenggara yang Berbudaya, Maju, dan Inklusif dalam Kampanye Akbar yang Menggugah Hati

Maluku Tenggara, Kabarsulsel-Indonesia.com | Kampanye Akbar pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tenggara untuk periode 2024-2029, nomor urut 2, yang mengusung akronim DAMAI, berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat.

Dijalankan oleh dua figur terkemuka, Djamaluddin Koedoeboen, S.H., M.H., calon Bupati, dan Wilibrodus Lefteuw, S.H., calon Wakil Bupati, acara ini berlangsung penuh semangat dengan orasi politik yang menggugah rasa harapan akan masa depan Maluku Tenggara yang lebih baik.

Alberth Efruan, S.Pd.K, sebagai jurkam (Juru Kampanye) pertama, menyampaikan perhatian besar terhadap masalah kemiskinan yang masih menghantui 21% penduduk Maluku Tenggara, termasuk kemiskinan ekstrem yang membutuhkan penanganan segera.

Dalam orasinya, Efruan juga menyoroti pentingnya pemerataan pendidikan, dengan memberi kesempatan yang lebih besar kepada sekolah swasta yang sering kali terlupakan oleh kebijakan pemerintah.

“Kami berkomitmen untuk memperjuangkan akses pendidikan yang lebih baik dan kesempatan kerja bagi lulusan lokal,” tegas Efruan.

Minduchri Koedoeboen, jurkam lainnya, menegaskan pentingnya pemilih yang cerdas.

“Pemilih di Maluku Tenggara harus memilih pemimpin yang tidak hanya menawarkan janji kosong, tetapi memiliki visi jelas untuk pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pasangan DAMAI berkomitmen mengurangi beban anggaran daerah dengan memanfaatkan dana APBN untuk pembangunan tempat ibadah dan mendukung UMKM melalui dana sebesar 100 miliar.

Di tengah orasi, Drs. Joakhim Ohoira, juga menyampaikan kritik terhadap pemerintahan sebelumnya yang dinilai lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyat.

Ohoira menekankan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki komitmen dan rekam jejak yang jelas, serta berfokus pada pelayanan masyarakat.

Djamaluddin Koedoeboen, calon Bupati, menyampaikan visi dan misinya yang mencakup pemberdayaan masyarakat melalui pengalokasian dana sebesar 100 miliar per tahun untuk UMKM, pendidikan gratis dari PAUD hingga SMP, layanan kesehatan gratis, dan pengembangan ekonomi lokal.

“Kami akan memastikan tidak ada lagi utang yang membebani daerah. Kami juga akan menjaga harga diri dan kehormatan daerah dengan mengelola APBD secara bijaksana,” ujarnya.

Visi DAMAI yang mengusung slogan “Mewujudkan Maluku Tenggara yang Berbudaya, Maju, Aman, Inklusif dan Profesional” menekankan pentingnya keamanan, keharmonisan antarumat beragama, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Dengan pengawasan ketat dari Panwas Kecamatan Kei Kecil dan Bawaslu Kabupaten Malra, acara kampanye ini berjalan dengan aman dan lancar.

Para pendukung dan simpatisan paslon DAMAI semakin yakin bahwa mereka akan membawa perubahan positif dan kemajuan bagi Kabupaten Maluku Tenggara.

Pemilu yang akan berlangsung pada 27 November 2024 ini diharapkan menjadi momen penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang benar-benar dapat mewujudkan Maluku Tenggara yang lebih baik, aman, dan sejahtera.

Kesimpulan:

Pasangan calon DAMAI, Djamaluddin Koedoeboen dan Wilibrodus Lefteuw, hadir dengan visi dan misi yang realistis dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat Maluku Tenggara.

Dengan komitmen kuat untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan, serta memberdayakan ekonomi lokal, mereka siap membawa perubahan yang signifikan.

Warga Maluku Tenggara, saatnya memilih pemimpin yang dapat mengubah masa depan daerah ini!

Komentar