17 Program Prioritas Kota Ambon Terealisasi, Walikota Pastikan Arah Pembangunan Kota Ambon Difokuskan Pada Pelayanan Publik Yang Adil,Inklusif Dan Berkelanjutan

Uncategorized110 views

Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.com. Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Walikota Bodewin Wattimena dan Wakil Walikota Ely Toisutta mencatat capaian signifikan sepanjang tahun 2025.

Sebanyak 17 program prioritas pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar hingga penguatan ekonomi dan sosial masyarakat berhasil direalisasikan secara bertahap.

Atas capaian tersebut Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa, arah pembangunan Kota Ambon difokuskan pada pelayanan publik yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Walikota memastikan pembangunan tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya kepada media ini, Selasa (3/1/2026).

1.Akses Air Bersih Kian Merata

Melalui Perumda Tirta Yapono dan Dinas PUPR, Pemkot Ambon memperluas akses air bersih dengan total 9.862 pelanggan, rehabilitasi jaringan pipa sepanjang 5.305 meter, serta penggantian pompa di enam titik strategis. Sebanyak 254 pelanggan baru terlayani di wilayah Passo, Halong Baru, hingga Kudamati Atas.

2.Persampahan dan Lingkungan Lebih Tertata

Sebanyak 61.913 ton sampah berhasil ditangani sepanjang 2025. Upaya itu didukung pemasangan trash boom, pembangunan 19 TPS higienis, penambahan armada angkut, serta transisi TPA dari open dumping ke controlled landfill.

3.Rekayasa Lalu Lintas dan Transportasi

Pemkot Ambon melalui Dishub melakukan pemeliharaan lampu lalu lintas di 12 ruas utama, penataan terminal Mardika, hingga patroli dan rekayasa lalu lintas rutin untuk menekan kemacetan.

4.Perbaikan Infrastruktur dan Permukiman

Pembangunan dan peningkatan jalan dilakukan di berbagai kawasan, termasuk Rutong, Passo, dan Batu Merah. Selain itu, 37 rumah tidak layak huni diperbaiki, pembangunan pasar rakyat, serta rehabilitasi fasilitas publik ramah disabilitas.

5.UMKM dan Lapangan Kerja

Sebanyak 715 UMKM mendapat pengembangan usaha, 40 koperasi tersertifikasi, dan puluhan Koperasi Merah Putih telah memiliki legalitas dan lahan.

6.Pelayanan Publik dan Bebas Pungli

Jumlah izin terbit meningkat menjadi 11.417, NIB mencapai 8.287, serta realisasi investasi menembus Rp 269,14 miliar. Pemkot juga menyiapkan Mall Pelayanan Publik dan memperkuat komitmen anti pungli.

7.Ambon City of Music

Festival musik berskala nasional dan internasional digelar, termasuk Ambon International Music Festival (AIMF) 2025, yang mengukuhkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia UNESCO dengan predikat Excellent.

8.Pendidikan dan Kesehatan

Sebanyak 46.909 siswa menerima Makan Bergizi Gratis, UHC mencapai 98,65 persen, dan angka stunting turun menjadi 282 kasus, terendah sejak 2021.

9.Pendapatan Asli Daerah Naik

Realisasi PAD Kota Ambon mencapai Rp 214,9 miliar, didorong digitalisasi pajak dan pengawasan transaksi usaha.

10.Wali Kota Jumpa Rakyat

Program WAJAR digelar 24 kali, menampung ratusan aduan masyarakat melalui SP4N Lapor dan omnichannel layanan publik.

11.Pariwisata Terintegrasi

Jumlah wisatawan lokal, domestik, dan mancanegara terus meningkat. Penetapan Mama-mama Papalele sebagai Warisan Budaya Tak Benda menjadi sorotan nasional.

12.Reformasi Birokrasi dan Antikorupsi

Indeks Pencegahan Korupsi Daerah Kota Ambon mencapai 86,22, disertai penguatan SDM aparatur dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum.

13.Ambon Smart City

Pemkot Ambon meluncurkan statistik sektoral digital, Call Center 112, serta uji publik Ranperda Smart City.

14.Penanggulangan Kemiskinan

Program bansos, pasar murah, hingga bantuan alat usaha perikanan digulirkan untuk kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.

15.Penguatan Lembaga Keagamaan

Sebanyak 869 tuagama dan penjaga rumah ibadah menerima insentif, disertai safari Ramadhan dan Natal.

16.Peran Pemuda dan Ekonomi Kreatif

Pelatihan wirausaha muda, workshop konten digital, hingga Ambon Creative Preneur menjadi wadah regenerasi ekonomi kreatif.

17.Penguatan Ormas dan Lembaga Sosial

Sebanyak 26 ormas ditetapkan tertib administrasi, Forum Anak Kota Ambon meraih DAFA Award, serta penguatan peran adat dan komunitas sosial.

Walikota menegaskan, capaian 2025 menjadi fondasi menuju pembangunan jangka menengah.

“RPJMD 2025–2029 kami susun untuk mewujudkan Ambon yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan,” pungkas Walikota

(M.N)

Komentar